Sabtu, 03 Januari 2009

Trauma itu Berangsur Hilang


SENYUM lebar tampak menghiasi wajah Ibu Puji Astutik. Perempuan paruh baya asal Desa Selorejo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung itu kelihatan berbinar-binar saat mengikuti kegiatan rembug rutin yang diadakan Kelompok Masyarakat Mandiri (KKM) Jaya Makmur Desa Selorejo belum lama ini. Seolah tak ada lagi gundah gulana, trauma dan berbagai beban psikologis yang sempat ia rasakan setelah pulang bekerja sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dari Malaysia beberapa bulan lalu.
Ya, Ibu Puji Astutik adalah mantan TKI yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga pada pasangan majikan bernama Tomy dan Mikiu Engkieni di Kuala Lumpur Malaysia. Sayang, bukan cerita sukes yang didapat, namun justru kisah malang yang diterima. Mulanya ia diberi obat keras (semacam narkoba) saat sedang sakit. Efek obat itu benar-benar luar biasa. Puji Astutik sampai mengalami hilang ingatan. Ia bahkan tidak ingat dengan namanya sendiri dan dari mana ia berasal.
Lalu, tanpa rasa kasihan, pada suatu hari sang majikan membuangnya di tengah jalan. Ibu Puji Astutik sempat terlantar tak tahu arah dan tujuan. Beruntung dia bertemu sesama TKI asal Medan Sumatera Utara yang berbaik hati dan menolongnya hingga bisa pulang ke kampung halamannya. Akibat kejadian itu, perempuan berputera satu ini mengalami trauma psikologis. Selama berminggu-minggu ia merasa takut keluar rumah, dan bertemu orang lain (apalagi belum dikenalnya).
Kini, setelah sekitar 8 bulan di rumah, trauma dan ketakutan-ketakutan itu berangsur-angsur mulai hilang. Ia kembali bersosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya dan bergabung lagi dengan Kelompok Jaya Makmur. Dalam kelompok ini, Ibu Puji bahkan termasuk salah satu anggota Kelompok Jaya Makmur yang cukup aktif.
Agar dapur tetap mengepul, dia membuka usaha dengan berdagang rempeyek yang dititipkan kepada pedagang-pedagang ethek (penjual keliling) di Pasar Ngunut, Tulungagung setiap 2 hari sekali. Modal awalnya berasal dari pinjaman Kelompok Jaya Makmur. Hal ini juga disepakati oleh seluruh anggota kelompok dalam rembug bulan Oktober lalu.
“Lumayanlah, keuntungan bersih yang saya peroleh sebesar Rp 9.000. Saya bersyukur dan merasa terbantu dengan ikut Kelompok Jaya Makmur. Mudah-mudahan teman-teman yang lain juga dapat mengembangkan usahanya,”ujar Ibu Puji Astutik.

Tidak ada komentar: